Thursday, April 2, 2015

Kadang kala ada perlunya kita mengungkit


"Mengungkit" dalam erti kata aku seperti dalam tajuk entri di atas ni membawa maksud kita mengingatkan kembali seseorang tu tentang apa yang kita telah berikan kepada mereka suatu ketika dahulu. Ramai yang berpendapat perbuatan "mengungkit" ni adalah satu perbuatan yang tidak ikhlas dan terkutuk. Tapi, mesti ramai juga diantara kita yang pernah merasa segala yang kita korbankan tidak sedikitpun dihargai seperti bak kata pepatah "ditelan mati emak, diluah mati bapak". Bila kita mengungkit, orang akan kata kita tidak ikhlas, bila kita tidak mengungkit, orang akan ambil kesempatan ke atas kita.

Kita marah bila ada orang mengungkit tapi kita tidak fikir, orang yang mengungkit itu juga pasti marah bila kita tidak hargai pengorbanan mereka. Paling biasa kita jumpa, bila dah kita menegur dengan cara mengungkit (cara yang baik dan sopan), mulalah si-polan ni terus tak nak bercakaplah, tak nak terima pertolongan kitalah, tak nak guna barang kitalah sedangkan kita sebenarnya memang tidak kisah. Mereka terasa, tapi mereka tak nak terima hakikat. Sebab tu, mereka lebih suka jadi ego dari mengubah sikap mereka.

"Mengungkit" itu tidak salah kalau dengan niat tak nak mereka yang telah kita tolong dahulu jadi lupa diri sekarang. Tapi, biarlah dengan cara sopan dan masih ikhlas. Bukan mengungkit sambil meminta-minta apa yang telah kita berikan kepada mereka. Biasalah, ramai orang kita ni mudah melenting bila disebut bab "mengungkit". Adalah lebih bagus buangkan sikap kuno tersebut dan fikirlah kesalahan kita dahulu sebelum mencari kesalahan orang lain. Ada sebabnya seseorang itu "mengungkit" pasal sesuatu, jadi lebih bagus adakan perbincangan yang baik sesama sendiri.

Teringat pernah belanja orang makan.. Bukan mengungkit, tapi suka tengok orang makan banyak-banyak

Janganlah disebabkan kita ego, kita lupa nak gunakan akal kita yang waras untuk menilai baik dan buruk sesuatu perkara.


No comments: